Sabtu, 06 September 2008

TITANIC : Petaka yang Diramalkan

A Full Prognosis Accident : White Star Line’s Titanic

Apakah nasib kapal Titanic yang perkasa itu telah diprediksi sebelumnya dalam sebuah novel? Berbagai misteri seputar karamnya salah satu kapal terkenal di dunia.

Ia terbaring sunyi dikegelapan selama hampir satu abad
Tenggelam dalam kenang-kenangannya
Bagai tawanan dari kekelaman yang mengitarinya
Tetapi ia tidak sendiri
Karena ia tidak mati sendirian
Kematiannya membawa dua sepertiga dari seluruh penumpang dan awaknya
1500… Tak terbayangkan jumlah tersebut
1500 telah menemukan peristirahatan yang kekal nan abadi
Dengan badan terbelah dua, ia kini di dasar laut
Isi perut terburai di sekelilingnya dalam luka

Dulu ia seorang ratu,
Kapal terbesar dan tercantik di seluruh dunia
Segelintir orang masih beruntung mengingat kebesarannya
Mereka saksikan dengan mata kepala mereka
Lebih sedikit lagi jumlah mereka
Mereka yang pernah berlayar dengannya
Serta beruntung untuk selamat
Tetapi setiap orang
Bahkan masa kini
Mengenal namanya
Ia adalah RMS TITANIC

Bulan April 1912 adalah masa keemasan dalam sejarah White Star Line, salah satu maskapal terkemuka di Inggris. RMS Titanic, kelas terbaru dalam industry perkapalan, baru saja akan memasuki masa tugasnya sebagai kapal penumpang dan angkut-surat. Kapal itu adalah benda bergerak paling besar yang pernah diciptakan oleh tangan manusia. Panjang 882 kaki, lebar 92 kaki, dan bobot 46.000 ton. Lambungnya memiliki dinding ganda, dengan sekat-sekat penahan air di sepanjang perut kapal yang membaginya menjadi enam belas kompartemen penahan air. Ini semua dirasa lebih dari cukup untuk memastikan keamanan kapal jika terjadi kecelakaan. Air yang berhasil menembus dinding ganda dan memasuki lambung akan tertampung dalam kompartemen2 ini, sehingga kapal tetap bisa beroperasi.

Accident?? Never dreamin’ about it!!!

Setelah gw ngebaca perangkat2 yang ada di Titanic gw masih nggak percaya masih bisa tenggelam. Penampilan luar Titanic saja cukup menginspirasi keyakinan penuh mereka. Empat cerbobong asap yang ada di atas tuh kapal jadi symbol puncak keunggulan umat manusia atas alam. Kemungkinan kecelakaan serius atas kapal ntu kagak pernah kebayang. Lebih2 pembuatnya, Kapten Edward Smith kalo gag salah pernah bilang

“ Proses pembangunan kapal modern telah melampaui semua itu” ( loh kok bisa bahasa Indonesia!! Kan doi orang Inggris.. Wah berarti bahasa Indonesia sudah jadi bahasa internasional )

Dewan dagang Inggris tampaknya puas. Keunggulan umat manusia sungguh sangat membanggakan. Tapi Pak Dewan yang punya aturan kayag gini :
1. Sekoci penyelamat untuk kapal berbobot mati 10.000 ton harus membawa sekoci penyelamat 16 buah
2. Sekoci cadangan untuk kapal berbobot mati 10.000 ton harus 4 buah sekoci lipat atau lebih
3. Kapasitas maksimal seluruh sekoci 1.200 orang
Sedangkan Titanic yang berbobot mati 46.000 ton tidak memenuhi sertifikasi dari kapal berbobot mati lebih dari 10.000 ton. Serta Titanic mengangkut maksimal 3000 orang, namun tidak ada seorangpun yang mempedulikan minimnya perlengkapan keselamatan itu. Kapal itu diyakini tidak akan tenggelam, lalu apa gunanya memenuhi geladak dengan sekoci penyelamat??
Penampilan ruang2 publik yang mewah di kapal raksasa itu membuat semua orang terlupa bahwa mereka tengah berada di atas kapal. Apakah hal yang mungkin bisa terjadi??

Predicted of Accident

Walau begitu ada beberapa penumpang merasa yakin bahwa akan terjadi hal yang sangat mengerikan pada pelayaran perdana Titanic itu. Ada beberapa telah mebatalkan perjalanan mereka yang sudah memesan tiket Titanic.

Ramalan paling terkenal atas petaka Titanic mungkin bukanlah sebuah ramalan. Ramalan ini muncul tahun 1898, empat belas tahun sebelum pelayaran perdana Titanic, dan secara sekilas menampakkan kesamaan dengan petaka yang terjadi pada Titanic.

Ramalan ini muncul dalam bentuk novel berjudul FUTILITY karya Morgan Robertson, yang berkisah tentang Titan, kapal terbesar di dunia yang berlayar di lautan Atlantik. Ceritanya kapal itu hendak memecahkan rekor dengan kecepatan tertinggi. Seluruh layar Kapal bermahkotakan Ratu itu di kembangkan, di tambah dengan mesin uap yang sangat dahsyat. Singkat cerita, kapal Titan menghempas kapal nelayan kecil. Namun para awak dan penumpang Titan tidak mau berhenti untuk mengangkat tubuh2 lemas yang terkapar di atas air.

Salah satu korban tabrakan itu meneriakan kutukan dan menuntut Tuhan membalaskan kekejaman atas kapal uap yang terus berlalu pergi. Hingga pada suatu malam yang berkabut namun terang oleh cahaya bulan, titan melaku lurus ke arah gunung es di tengah samudera Atlantik dan tidak memiliki kesempatan untuk berbelok serta menghindari tumbukan. Kapal uap besar itu menghunjam ke pinggir gunung es tersebut, lalu meluncur maju ke atas permukaan es. Sehingga seluruh badan Titan ada diatas air, sekoci yang ada di geledak hancur berantakan. Kemudian badan kapal tersebut terseret ke bawah air. Hanya segelintir orang yang selamat ketika kapal tersebut akhirnya karam ke dasar laut.

Gw juga nemuin ramalan yang bikin gw tercengang. Yaitu buku harian W.Rex Sowden, kapten yang mengepalai Army Corps yang sedang merawat gadis yatim piatu kecil yang sedang sakit bernama Jessie. Anak itu terbaring sakit parah di ranjangnya, sehingga garus ada seorang yang menemaninya sepanjang waktu dan mengawasinya sepanjang waktu. Kapten Sowden tahu akan hal ini, tanggal 14 April 1912 malam ia tidur setelah memastikan bahwa gadis kecil itu telah di tangani dengan baik.

Menjelang pukul 11 malam, seseorang mengetuk kamar tidur Kapten Sowden dengan panik dan berteriak “ Captain! Please come here! Jessie gonna…. ( kapten lekas kemari. Jessie akan..)”
Kapten Sowden melompat dari ranjang dan berpakain dan langsung menuju kamar gadis kecil itu. Ia duduk di samping ranjang selama beberapa menit hingga pukul 11 malam tepat. Jessie tiba2 bangkit dan duduk. Saat melihat Kapten Sowden di sampingnya ia langsung memohon pada Kapten
“ Hold on me Captain. I’m afraid. Don’t you look that big ship is sinking in that ocean. Captain please!
( Kapten pegang tanganku, aku sangat ketakutan. Apakah kamu lihat kapal yang besar itu tenggelam di laut itu?) “
Kapten Sowden mengira anak itu sedang berhalusinasi sehingga ia berupaya untuk menenangkannya dengan berkata
“ No.. Now you just got a nightmare.. It’s okay, I’ll handle it ( Tidak, kamu baru saja mimpi buruk. Semuanya baik2 saja. Akan aku tangani)”
“ No Captain, it was sinking! Look at that people.. they sink already.. Look at the Wally! He plays violin used to be and now he’s gone ( Tidak, kapal itu tenggelam. Lihat orang2 itu. Mereka terbenam. Lihat Wally! Dia bermain biola tadi, dan sekarang mengilang)”

Untuk menghiburnya Kapten Sowden melayangkan pandangan ke sekeliling ruanan tanpa melihat apapun yang luar biasa. Dengtan lembut ia membaringkan Jessie kecil di ranjangnya, menyelimutinya lagi kemudian menyaksikannya kembali ke kondisi koma.

Kapten Sowden dengan setia menemani Jessie di sisi ranjang selama beberapa jam,tetapi anak itu terbaring tanpa gerak disampingnya. Lalu, tanpa disagka-sangka grendel pintu kamar tidur itu bergerak. Karena mengira ada seseorang yang ingin masuk untuk memeriksa keadaan Jessie,kapten bangkit dari duduknya. Setelah itu dia tidak menemukan siapapun diluar, tetapi kemudian secara mendadak dia merasakan suatu perasaan yang menakutkan, bahwa seseorang sepertinya telah menyelinap melewatinya dan masuk ke kamar tidur itu.

Kapten Sowden bergegas menuju sisi ranjang Jessie dan menyaksikan bahwa masa kritis telah tiba. Bayangan kematian sudah menjelang dipelupuk mata. Laki2 yang hancur hatinya itu kini berdiri sambil memperhatikan si gadis kecil ketika ia membuka mata dan menatapnya..
“ Mom is coming and bring me to Heaven ( Ibu sudah datang dan membawaku ke surga)” kata Jessie lirih. Kapten Sowden memegangi tanganya selama bebrapa saat, dan gadis kecil itu pun lalu meninggal dunia dengan tenang. Innalilahi wa ina ilaihi raji’un

Peristiwa penglihatan yang dialami Jessie tentang kapal yang tenggelam itu terjadi pukul 11 malam di Skotlandia. Penglihatan itu terjadi sekitar tiga setengah jam sebelum Titanic menghantam sebuah gunung es. Pengalaman gadis kecil itu jelas merupaka suatu penglihatan ke masa depan, tetapi bagaimana dengan seorang lelaki bernama Wally yang ia sebut2 sedang bermain biola?

Kapten Sowden akhirnya mengetahui bahwa pimpinan kelompok band di kapal Titanic itu bernama Wallace Hartley alia Wally, yang pernah dikenal semasa muda. Namun, ia kehilangan jejak kabarnya dan tidak mengetahui bahwa Wally ikut berlayar sebagai salah satu anggota kelompok band kapal. Karena itu peristiwa yang dialami Jessie tampaknya di golongkan sebagai pembacaan pikiran sekaligus penglihatan ke masa depan, karena ia juga bisa mengetahui nama panggilan Wallace Hartley

Wallace Hartley dan rekan2 musisinya di Titanic telah bermain music untuk menenangkan para penumpang yang panic disekelilig mereka. Musisi-musisi tersebut bahkan tidak berusaha menyelamatkan diri, sehingga mereka semua akhirnya tewas. Entah kenapa Jessie kecil tahu bahwa Wally tidak akan selamat dari petaka itu.

Hufhh…. Sungguh2 menakutkan bahwa kebesaran Allah dapat ditunjukin dalam bentuk apapun. Menurut gw apabila peristiwa yang kelihatannya mustahil terjadi dapat terjadi apabila kita lalai serta ada baiknya ada yang dapat memprediksikan peristiwa itu. Entah saat gw nulis postingan ini gw masih belum percaya kalo kapal terhebat sepanjang masa akan tenggelam hanya karena menghantam gunung es dengan kecepatan ringan. Sungguh sangat menakjubkan, apabila Allah memang telah berkehendak maka hal itu akan terjadi.

Tidak ada komentar: